ini kisah kecelakaanku yang pertama kalinya tapi paling dasyat!
Waktu itu aku masih tinggal disumbawa, tepatnya disumbawa besar. ditahun 2002, aku masih kelas 4sd, umurku masih 9tahunan lah.
dihari rabu dibulan maret, aku ngerasa hari ini bakalan jadi hari terburuk karena hari ini bakalan ada ulangan 2mata pelajaran, ipa en ips ditambah hujan yang gak berhenti-henti.karna takut kesiangan jadi aku dianter bokap naik motor. karena mantelnya masih dipakai jadi terpaksa pakai payung sambil naek motor.
saat diperempatan bokap berhenti liat kanan kiri, setelah sepi barulah motor yang kami tumpangi melaju dengan pelan karena jalan yang lumayan licin.
tiba-tiba terdengar suara deru motor dari jalan sebelah kananku, semakin lama semakin mendekat dan terasa memekakkan telinga. aku berusaha menutup telinga tapi saat itu tanganku memegang payung dan 2buku paket yang tebal.
aku merasakan sesuatu menghantamku setelah itu aku gak sadar apa yang terjadi padaku.terasa nyeri disekujur tubuh.
perlahan-lahan aku membuka mata, tetes demi tetes air hujan membasahi tubuhku hingga aku menggigil kedinginan, terasa berat saat aku bangkit dan menggerakkan kakiku.
saat itu posisiku sekitar satu meter dari trotoar dan aku tengkurap dengan kepala yang sangat sakit terbentur jalanan.
aku melihat kesekeliling, beberapa orang yang berlalu lalang memandangiku iba. aku heran apa yang mereka saksikan.
aku berusaha bangkit kembali tapi kaki kananku terasa kesemutan. aku berusaha bangkit tapi tiba-tiba mataku terpaku melihat air hujan yang menggenang disekelilingku berubah warna menjadi merah.
darah???
aku berbalik melihat kakiku.
oh tuhan...
betis kananku telah robek bagai tersayat pisau tajam. aku terisak, menangis sejadi-jadinya bahkan menjerit sekencang-kencangnya, berharap ini mimpi dan aku terbangun tapi ini sungguhan.
meski luka itu sangat besar tapi aku tak merasakan sakit sedikitpun. bokap langsung ngegendong aku dan berteriak mencari pertolongan. betisku yang terluka dan menganga lebar dibekap oleh tangannya agar darah tak mengalir deras. aku merasakan bulir-bulir air mataku mengalir semakin deras, berharap pertolongan tapi tak satupun orang yang mengelilingi kami terenyuh untuk memberi pertolongan. tolong... batinku.
Waktu itu aku masih tinggal disumbawa, tepatnya disumbawa besar. ditahun 2002, aku masih kelas 4sd, umurku masih 9tahunan lah.
dihari rabu dibulan maret, aku ngerasa hari ini bakalan jadi hari terburuk karena hari ini bakalan ada ulangan 2mata pelajaran, ipa en ips ditambah hujan yang gak berhenti-henti.karna takut kesiangan jadi aku dianter bokap naik motor. karena mantelnya masih dipakai jadi terpaksa pakai payung sambil naek motor.
saat diperempatan bokap berhenti liat kanan kiri, setelah sepi barulah motor yang kami tumpangi melaju dengan pelan karena jalan yang lumayan licin.
tiba-tiba terdengar suara deru motor dari jalan sebelah kananku, semakin lama semakin mendekat dan terasa memekakkan telinga. aku berusaha menutup telinga tapi saat itu tanganku memegang payung dan 2buku paket yang tebal.
aku merasakan sesuatu menghantamku setelah itu aku gak sadar apa yang terjadi padaku.terasa nyeri disekujur tubuh.
perlahan-lahan aku membuka mata, tetes demi tetes air hujan membasahi tubuhku hingga aku menggigil kedinginan, terasa berat saat aku bangkit dan menggerakkan kakiku.
saat itu posisiku sekitar satu meter dari trotoar dan aku tengkurap dengan kepala yang sangat sakit terbentur jalanan.
aku melihat kesekeliling, beberapa orang yang berlalu lalang memandangiku iba. aku heran apa yang mereka saksikan.
aku berusaha bangkit kembali tapi kaki kananku terasa kesemutan. aku berusaha bangkit tapi tiba-tiba mataku terpaku melihat air hujan yang menggenang disekelilingku berubah warna menjadi merah.
darah???
aku berbalik melihat kakiku.
oh tuhan...
betis kananku telah robek bagai tersayat pisau tajam. aku terisak, menangis sejadi-jadinya bahkan menjerit sekencang-kencangnya, berharap ini mimpi dan aku terbangun tapi ini sungguhan.
meski luka itu sangat besar tapi aku tak merasakan sakit sedikitpun. bokap langsung ngegendong aku dan berteriak mencari pertolongan. betisku yang terluka dan menganga lebar dibekap oleh tangannya agar darah tak mengalir deras. aku merasakan bulir-bulir air mataku mengalir semakin deras, berharap pertolongan tapi tak satupun orang yang mengelilingi kami terenyuh untuk memberi pertolongan. tolong... batinku.

Posting Komentar